Tempat Wisata di Rawa Pening Semarang

Rawa Pening sudah tidak asing lagi di dengar oleh masyrakat Jawa Tengah khususnya. Danau ini terletak di pinggir jalan raya Solo-Semarang atau Salatiga-Semarang. Sudah sering pula tempat wisata di Rawa Pening dipakai sebagai tempat syuting iklan karena kemudahannya untuk dijangkau oleh para wisatawan. Namun tidak banyak orang yang tau legenda dibalik Danau ini sendiri yang telah menjadi cerita turun temurun dan menjadi kearifan lokal.

Legenda Tempat Wisata di Rawa Pening

Konon Rawa ini tercipta dari tanah yang menyembur ketika sebuah lidi ditancapkan oleh seorang bocah sakti buruk rupa yang bernama Baru Klinting. Awal cerita, bocah ini tidak ada yang menyukai dan semua anak sebayanya mengejeknya. Hanya ada satu orang janda yang syahdan mau menerimanya. Pada suatu ketika dia berpesan kepada sang janda agar segera menaiki lesung penumbuk padi disaat mendengar kentongan.

Singkat kata, Baru Klinting menuju sebuah lapangan dan mengadakan sayembara, dimana menantang bila saja ada yang bisa bisa mencabut lidi yang menancap di tanah. Dan rupanya tidak ada seorang pun yang bisa mencabut lidi tersebut baik dari kalangan anak sebaya maupun dari orang-orang dewasa.  Akhirnya, Baru Klinting langsung mencabut lidi tersebut dan dari bekas tanah dimana lidi itu ditanah langsung menyembur air yang semakin membesar!

Segera setelah Baru Klinting mencabut lidi tersebut, dia berlari seraya memukul kentongan, dan tidak menunggu begitu lama, semua warga desa tersebut akhirnya tenggelam dan hanya sang janda yang selamat karena dia menaiki lesung sesuai pesan dari bocah tersebut. Genangan air tersebut terus meluas sehingga menjadi sebuah danau yang airnya sangat jernih dinamakan Rawa Pening.

Rawa Pening Di Masa Kini

Saat ini danau Rawa Pening selain berfungsi sebagai objek penting untuk pengairan di kawasan ini, juga sebagai tempat wisata. Memang baru-baru saja danau ini mulai dibersihkan dari eceng gondok yang sebelumnya memenuhi danau ini, saat ini sedikit demi sedikit mulai menampilkan pesonanya dan menadi tempat wisata di Rawa Pening.

Satu titip diantara banyak spot di wilayah ini yang menjadi titik indah yang bisa anda kunjungi adalah Jembatan Biru. Jembatan ini terletak di kecamatan Tuntang dan sangat dekat dengan rel kereta jurusan Ambara-Tuntang sehingga menambah keindahan pemandangan. Menurut salah seorang juru parkir di lokasi ini, Jembatan Biru mulai terkenal dari tahun 2015.

Awalnya, jembatan ini berfungsi sebagai fasilitas atau perangkat untuk menangkal eceng gondok supaya tidak masuk ke sungai di sekitar wilayah ini, namun karena seringnya wisatawan yang berfoto ria di tempat ini akhirnya merubah spot ini menjadi tempat wisata di Rawa Pening.

Untuk masuk ke titik ini sangat mudah, anda hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 2.000 untuk ongkor parkir motor anda. Dan untuk menyewa spot untuk selfie, per orang akan ditagih biaya Rp. 2.000. Bagi anda yang ingin menyewa perahu, harganya bervariasi tergantung dari tujuan yang akan anda capai.  Harganya berkisar antara Rp. 60.000 – Rp. 200.000 dan sebuah perahu maksimal sanggup untuk membawa 6 wisatawan.

Masih ada legenda lain sebetulnya dari lokasi ini, salah satunya mitos suara gending di malam hari, tapi ntar aja deh bikin tulisannya, udah malem, agak merinding disko hihi.